Cetak Sejarah Di Sumbar, Masjid Baitul Djalal Muhammadiyah Bukittinggi Sukses Gelar MTQ Lansia Perdana

Bukititnggi,15 Agustus 2026 — Kota Bukittinggi kembali mengukir sejarah manis dalam panggung syiar Islam dan pemuliaan Al-Qur'an. Bertepatan dengan momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia, sebuah terobosan gagasan nan megah lahir dari jantung Kota Jam Gadang. Masjid Baitul Djalal Muhammadiyah Bukittinggi, Sumatera Barat, secara resmi menggelar ajang Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) khusus kategori Lansia (Lanjut Usia). Acara spektakuler yang diselenggarakan selama dua hari berturut-turut, Sabtu dan Minggu, 15–16 Agustus 2026 ini, diakui sebagai perhelatan MTQ Lansia antar-utusan masjid pertama yang pernah diadakan di Kota Bukittinggi, dan bahkan disinyalir menjadi yang pionir di seluruh wilayah Sumatera Barat.

Sebanyak 113 peserta lansia dari berbagai utusan masjid se-Kota Bukittinggi tampak memadati kompleks Masjid Baitul Djalal Muhammadiyah dengan antusiasme yang luar biasa tinggi. Meski sebagian besar peserta telah memasuki usia senja, lantunan indah ayat-ayat suci Al-Qur'an yang bergema dari bibir para peserta berhasil memukau hadirin dan menciptakan suasana haru bercampur bangga. Kehadiran para ulama, tokoh masyarakat, serta jajaran pejabat daerah semakin menegaskan betapa penting dan bernilai strategisnya helat keagamaan yang langka dan inovatif ini.

Ketua Pengurus Masjid Baitul Djalal Muhammadiyah Bukittinggi, Dr. Muhammad Taufiq, yang juga merupakan Dosen Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan bersejarah ini. Dalam keterangannya, Dr. Muhammad Taufiq menegaskan bahwa MTQ Lansia ini bukan sekadar ajang perlombaan biasa untuk mencari pemenang, melainkan sebuah wadah konsolidasi spiritual dan media untuk merajut kembali tali silaturahmi antar-jamaah masjid di seluruh penjuru Kota Bukittinggi.

"MTQ Lansia ini dilahirkan dari niat tulus untuk mempererat tali silaturahmi antar-jamaah masjid se-Kota Bukittinggi. Di samping itu, ajang ini menjadi media evaluasi riil untuk melihat sejauh mana tingkat kemampuan jamaah masjid kita dalam membaca Al-Qur'an secara baik dan benar. Usia tidak pernah menjadi penghalang untuk terus berinteraksi dengan kitab suci. Justru di usia lansia inilah kedekatan dengan Al-Qur'an harus semakin dipupuk dan digelorakan dalam kehidupan sehari-hari," ujar Dr. Muhammad Taufiq dengan penuh semangat.

Apresiasi setinggi-tingginya juga mengalir dari Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Bukittinggi. Dalam sambutan resminya, Gafnel, MH, mewakili PDM Bukittinggi, menyatakan kebanggaan mendalam atas inisiatif kreatif yang digagas oleh pengurus Masjid Baitul Djalal Muhammadiyah. Menurutnya, masjid sebagai pusat peradaban umat harus terus menginspirasi masyarakat melalui program keagamaan yang menyentuh seluruh lapisan usia tanpa terkecuali.

"Kami dari PDM Bukittinggi sangat mengapresiasi dan bangga atas langkah berani serta inisiatif luar biasa yang ditunjukkan oleh pengurus masjid kebanggaan Muhammadiyah di Bukittinggi ini. Kegiatan MTQ Lansia ini menyiarkan pesan moral yang sangat kuat bahwa Al-Qur'an adalah pelita hidup sepanjang hayat. Kami berharap penuh agar kegiatan mulia ini tidak berhenti di sini, melainkan dapat terus dipertahankan dan dilanjutkan untuk tahun-tahun selanjutnya secara berkesinambungan," tegas Gafnel, MH.

Dukungan penuh dan apresiasi serupa disampaikan secara tegas oleh Kementerian Agama (Kemenag) Kota Bukittinggi. Kepala Seksi Pendidikan Pondok Pesantren (Kasi Pontren) Kemenag Bukittinggi, Andi Febriandi, MH, hadir langsung memberikan dukungan moral dan institusional. Andi menyoroti betapa kuatnya nilai simbolis dari pelaksanaan kegiatan ini yang digelar bertepatan dengan momentum sakral peringatan Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.

"Kementerian Agama sangat mendukung penuh setiap kegiatan keagamaan yang dilaksanakan oleh Muhammadiyah. Pelaksanaan MTQ Lansia di momentum peringatan Hari Kemerdekaan RI ini memiliki makna yang sangat mendalam; ini adalah wujud simbolis kegembiraan masyarakat Islam di Bukittinggi dalam mengisi kemerdekaan. Lebih dari itu, ajang ini merupakan wujud nyata pembebasan masyarakat dari buta huruf Al-Qur'an. Kemerdekaan sejati adalah ketika masyarakat bebas dan fasih membaca kitab sucinya," ungkap Andi Febriandi, MH.

Perhelatan akbar ini dibuka secara resmi oleh Wali Kota Bukittinggi yang diwakili oleh Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Pemerintah Kota Bukittinggi, Sukri, MM. Dalam sambutan resminya, Pemko Bukittinggi menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada pengurus Masjid Baitul Djalal Muhammadiyah yang dinilai proaktif berkolaborasi dalam menyukseskan program-program strategis pembangunan daerah.

"Pemerintah Kota Bukittinggi menyatakan terima kasih kepada pengurus Masjid Muhammadiyah yang telah berjalan bersama dan bekerja sama dalam menjalankan program unggulan 'Bukittinggi Gemilang', salah satunya melalui kegiatan keagamaan seperti ini. Pemerintah memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan ini dan siap memberikan suport optimal untuk pelaksanaan di tahun-tahun yang akan datang," puji Sukri, MM saat membuka acara secara resmi.

Keharuan dan kebahagiaan mendalam tidak hanya dirasakan oleh para penyelenggara dan tamu undangan, tetapi juga terpancar jelas dari wajah para peserta. Mardiyetti, salah seorang peserta MTQ Lansia, tidak mampu menyembunyikan rasa gembira dan bangganya dapat berpartisipasi dalam ajang yang dinilainya sangat humanis ini.

"Saya mewakili seluruh peserta merasa sangat senang, terharu, dan bersyukur atas digelarnya acara ini. Harapan kami kegiatan ini akan terus dilanjutkan untuk tahun yang akan datang. Kalau bisa, skalanya dapat diadakan lebih luas lagi, seperti lomba tingkat Provinsi Sumatera Barat!" tutur Mardiyetti dengan raut wajah berbinar penuh kebahagiaan.

Kemeriahan MTQ Lansia di Masjid Baitul Djalal Muhammadiyah Bukittinggi ini diprediksi akan menjadi pionir gerakan syiar Al-Qur'an bagi kalangan lansia di seluruh wilayah Sumatera Barat. Selama dua hari pelaksanaan, antusiasme warga dan jamaah yang hadir menyemarakkan suasana terbukti sangat tinggi. Kehadiran 113 utusan masjid menjadi bukti sahih bahwa semangat mencintai Al-Qur'an di Kota Bukittinggi tidak pernah padam oleh usia.

Melalui sinergi yang kokoh antara pengurus masjid, organisasi keagamaan Muhammadiyah, Kementerian Agama, dan Pemerintah Kota Bukittinggi, MTQ Lansia ini berhasil menancapkan sejarah baru. Sebuah pesan mulia telah disampaikan dari Bukittinggi untuk Nusantara: bahwa membaca Al-Qur'an adalah ibadah tanpa batas usia, dan kemerdekaan sejati adalah kemerdekaan yang diterangi oleh cahaya Al-Qur'an.