**Musyawarah Pimpinan Daerah Muhammadiyah Bukittinggi 2026: Meneguhkan Penataan Gerakan, Menguatkan Langkah Perubahan**

Bukittinggi, 26 April 2026 — Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Bukittinggi sukses melaksanakan kegiatan Musyawarah Pimpinan Daerah (Musypimda) pada Sabtu, 26 April 2026, bertempat di Hotel Dymens Kota Bukittinggi. Kegiatan yang mengusung tema “Penataan Gerakan Menuju Perubahan” ini berlangsung sejak pukul 08.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB dengan dihadiri oleh seluruh Pimpinan Cabang Muhammadiyah se-Bukittinggi, Organisasi Otonom (Ortom), serta seluruh lembaga dan majelis di lingkungan Muhammadiyah Bukittinggi.

Acara diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara, Dr. Arjoni, M.Pd, yang memandu jalannya kegiatan dengan penuh khidmat dan tertib. Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang menambah suasana religius, serta menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai kebangsaan dan nasionalisme.

Dalam kesempatan tersebut, PDM Bukittinggi turut menghadirkan sejumlah tokoh penting, di antaranya Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sumatera Barat, Dr. Bakhtiar, M.A., yang hadir didampingi oleh tiga orang anggota pimpinan wilayah. Selain itu, Pemerintah Kota Bukittinggi juga turut hadir melalui perwakilan Wakil Wali Kota Bukittinggi, yakni Bapak Emil selaku Staf Ahli Wakil Wali Kota Bukittinggi.

Rangkaian sambutan diawali oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah Bukittinggi yang menyampaikan pentingnya Musypimda sebagai forum evaluasi, konsolidasi, dan penguatan gerakan Muhammadiyah dalam menghadapi tantangan zaman. Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh Bapak Emil yang mewakili Wakil Wali Kota Bukittinggi, yang menyampaikan apresiasi atas kontribusi Muhammadiyah dalam pembangunan sosial, pendidikan, dan keagamaan di Kota Bukittinggi.

Puncak sambutan sekaligus pembukaan resmi kegiatan dilakukan oleh Dr. Bakhtiar, M.A. selaku Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Barat. Dalam arahannya, beliau menekankan pentingnya penataan organisasi, penguatan ideologi persyarikatan, serta sinergi antarpimpinan dalam mewujudkan Muhammadiyah yang lebih progresif dan berkemajuan.

Setelah sesi pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan seminar utama yang menjadi salah satu agenda penting dalam Musypimda tahun ini. Seminar dipandu oleh moderator Dr. Iswantir, M.Ag, yang mengarahkan jalannya diskusi secara interaktif dan produktif.

Narasumber pertama adalah H. Irman Gusman, anggota DPD RI, yang menyampaikan materi terkait dinamika kebangsaan, pembangunan daerah, serta pentingnya peran organisasi kemasyarakatan Islam dalam menjaga stabilitas sosial dan pembangunan bangsa. Beliau juga menegaskan bahwa Muhammadiyah memiliki posisi strategis sebagai mitra pembangunan yang mampu memberikan kontribusi nyata di tengah masyarakat.

Sementara itu, narasumber kedua, Jon Misbar, M.Pd, memberikan pemaparan mengenai penguatan tata kelola organisasi dan strategi penataan gerakan Muhammadiyah dalam menghadapi perubahan sosial dan perkembangan zaman. Materi yang disampaikan memberikan wawasan baru bagi seluruh peserta untuk memperkuat arah gerakan Muhammadiyah ke depan.

Usai seminar, kegiatan dilanjutkan dengan sidang pleno yang membahas laporan kegiatan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Bukittinggi. Dalam sidang tersebut, dipaparkan berbagai capaian program kerja yang telah dilaksanakan selama periode berjalan, serta evaluasi terhadap berbagai agenda strategis organisasi.

Selanjutnya, masing-masing Pimpinan Cabang Muhammadiyah se-Kota Bukittinggi juga diberikan kesempatan untuk menyampaikan laporan kegiatan dan perkembangan organisasi di wilayah masing-masing. Forum ini menjadi sarana penting untuk saling bertukar informasi, memperkuat koordinasi, serta merumuskan langkah-langkah strategis bersama.

Agenda terakhir dalam Musypimda ini adalah sidang kedua yang membahas dan menetapkan keanggotaan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Bukittinggi. Penetapan ini menjadi bagian penting dalam memperkuat struktur organisasi agar semakin solid dan siap menjalankan amanah persyarikatan secara optimal.

Musyawarah Pimpinan Daerah Muhammadiyah Bukittinggi tahun 2026 ini menjadi momentum penting dalam menata kembali arah gerakan organisasi menuju perubahan yang lebih baik. Dengan semangat kebersamaan, sinergi, dan komitmen seluruh unsur pimpinan, Muhammadiyah Bukittinggi diharapkan semakin mampu menjalankan perannya sebagai gerakan Islam berkemajuan yang memberikan manfaat luas bagi umat dan bangsa.